Mengikis Timbunan Dosa Dengan Zikrullah

0 Comments

Andaikan ada sesuatu yang paling menghalangi datangnya rahmat dan pertolongan Allah, sesuatu itu pastilah dosa atau kemaksiatan. Dengan maksiat, doa-doa akan terhalang ijabahnya. Dengan maksiat, jalan-jalan rezeki akan tertutup. Dengan maksiat, cinta dari makhluk (baik yang di langit maupun yang di bumi) akan berganti menjadi kebencian. Dengan maksiat, setan berpesta pora dan malaikat berduka cita. Dengan maksiat, silaturahim terputus, tubuh sakit, pikiran kacau, hidup tidak tenang, bencana alam pun datang silih berganti. Intinya, semua keburukan dalam hidup akan datang tanpa bisa ditahan karena sebab maksiat.

Dan, ketahuilah saudaraku, semua itu bisa terkikis habis dengan wasilah zikrullah yang ikhlas dan dilakukan terus menerus. Dengan zikrullah, Allah Ta’ala dengan kemahaluasan ampunan-Nya akan menghapuskan segala dosa sesuai kesempurnaan iradah-Nya. Ketika dosa terhapuskan, aneka keburukan yang mengirinya otomatis akan hilang lalu kebaikan pun akan datang menjelang. Hati akan tenang, badan menjadi sehat, rezeki menjadi lancar, kasih sayang dari sesama (khususnya dari orang-orang beriman) datang tanpa diundang, azab pun akan Allah angkat dan Allah jauhkan dari dirinya dan lingkungan sekitarnya. Tentu saja, tumpukan masalah yang menghimpit hidup kita satu persatu bisa diselesaikan. Hidup kita pun menjadi berkah, penuh makna, dan jauh dari nestafa.

Rasulullah saw. bersabda tentang bagaimana dahsyatnya zikrullah dalam menggugurkan dosa-dosa.

“Siapa bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh tiga kali, dan bertahmid tiga puluh tiga kali, kemudian dia mengucapkan: Lâ ilâha illallâh wahdahû lâ syarîkalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadîr, setiap selesai shalat, niscaya akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.” (HR Ahmad, Darimi,
Malik)

“Siapa mengucapkan ‘subhânallâhi wa bihamdih’ (Mahasuci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali dalam sehari, niscaya dosa-dosanya akan digugurkan walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah)

Maka, alangkah bijaknya apabila kita menyambut seruan dan fasilitas yang telah Allah Ta’ala siapkan tersebut. Jangan dinanti-nanti, jangan ditunda-tunda, apabila ada kesempatan segera lakukan. Zikrullah bisa dilakukan di mana saja dan dalam kondisi apa saja, terlebih zikir yang bersifat pujian, semisal tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqallah, istighfar, shalawat, ataupun zikir Asmâ’ul Husna.

Saudaraku, dengan banyak berzikir, besar harapan bahwa Allah Ta’ala berkenan menjadikan kita sebagai hamba yang dikasihi-Nya, baik ketika hidup maupun setelah mati.“Amalan apakah yang paling dicintai Allah ya Rasulullah?” tanya seorang sahabat. “Engkau mati dalam keadaan lisanmu basah oleh zikrullah,” jawab beliau. (HR Thabrani, Ibnu Hibban).

Leave a Comment

Your email address will not be published.