Petunjuk Jalan Yang Lurus

0 Comments

Sahabat tasQ, Hal terbesar yang diperlukan oleh manusia adalah: hidayah menuju jalan yang lurus. Maka, kita pun diperintahkan untuk mengulang-ulang doa, “Ihdina shirathal mustaqiim. Tunjukilah kami jalan yang lurus,” di dalam shalat.

Mengapa demikian? Di dunia ini, manusia bagaikan musafir yang berjalan meninggalkan masa lalu menuju masa depan. Masa lalu tubuh biologisnya adalah tanah, masa depannya pun tanah. Adapun masa lalu tubuh ruhaniahnya adalah (dari) Allah dan masa depannya adalah (kembali kepada) Allah (QS Al-Baqarah, 2:156).

Maka, sebagai musafir, kebutuhan pertama dan utama manusia adalah “petunjuk” (hudan). Sesungguhnya, orang yang berjalan tanpa petunjuk, dia tidak akan sampai ke tempat tujuan.

Itulah mengapa, melihat sakralnya doa ini, Allah Ta’ala mewajibkan kita untuk membacanya dalam salat. Karena salat adalah tiang agama, kita bisa paham bahwa doa ini termasuk tiang dari tiangnya agama. Bukankah tiada salat bagi mereka yang tidak baca Al-Fatihah?

Leave a Comment

Your email address will not be published.