Buruknya Lisan dan Kematian Su’ul Khatimah

0 Comments

Siapa yang mendambakan kematian husnul khatimah, wajib baginya untuk menjaga lisannya dari aneka perkataan buruk: ghibah, sumpah serapah, hinaan, dan celaah, terkhusus kepada saudara-saudara seiman.

Dalam Bahrud Dumu’, Al-Imam Ibnul Jauzi menasihatkan:

“Siapa menjaga lisannya di dunia karena Allah, niscaya Allah akan memberikannya kemampuan untuk mengucapkan syahadat ketika dia wafat sehingga (dia bisa) bertemu dengan-Nya.

Namun, siapa yang membiarkan lisannya mencela kehormatan kaum Muslim dan juga mengikuti aib-aib mereka, niscaya Allah akan menahan lisannya dari mengucapkan kalimat syahadat pada saat kematiannya.”

Maka, menjelang kematiannya, wajah sahabat Abu Dujanah Al-Anshari ra. tampak berbinar bahagia. Seseorang lalu bertanya kepadanya, “Mengapa wajahmu tampak berbinar-binar?”

Abu Dujanah menjawab, “Aku tidak punya amal perbuatan yang membuatku percaya diri (untuk menghadap Allah) selain dari dua hal. Pertama, aku tidak pernah mengucapkan perkataan yang tidak perlu (sia-sia). Kedua, hatiku selalu bersih terhadap kaum Muslim.” (Siyar A’lam An-Nubala, 1/243)