Indahnya Rumahtangga Orang Beriman

Sahabat RSQ,

Dalam sebuah atsar, Ka’ab Al-Ahbar mengatakan, “Berapa banyak orang yang shalat malam (Tahajud) dan dikaruniai rasa syukur oleh Allah. Berapa banyak orang yang terlelap tidur dan diampuni dosanya oleh Allah.

Hal ini terjadi pada dua insan yang saling mencintai karena Allah. Lalu, salah seorang dari mereka melaksanakan Tahajud, kemudian Allah meridhai shalat dan doanya sehingga Dia tidak menolak doanya sedikit pun.

Di sela munajatnya, dia mengingat saudaranya (pasangannya, anak-anaknya, orangtua dan karib kerabatnya) yang tertidur lalu berdoa, ‘Ya Rabb, ampunilah saudaraku, Fulan’. Allah pun mengampuni saudaranya itu padahal dia sedang tidur’.” (Al-Faiq, Az-Zamakhsyari)

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Menjaga Keutuhan Rumahtangga

Sahabat RSQ,

Di dalam kehidupan rumahtangga, ketenangan di dalamnya tidak namakan tuma’nimah, akan tetapi disebut dengan istilah sakinah. Allah Ta’ala seakan ingin memberikan gambaran bahwa saat seseorang memasuki kehidupan rumahtangga, dia bagaikan masuk ke dalam bahtera yang berlayar di tengah lautan yang berombak besar.

Tentu saja, hadirnya ombak dan badai permasalahan tidak didesain untuk mengandaskan bahtera rumahtangga, akan tetapi memberikan ketahanan dan ikatan yang semakin kuat dalam diri para penumpang bahtera. Ketika mereka mampu bertahan dari badai tersebut, ketenangan pun bisa dirasakan.

Maka, ada sederhana rumus untuk mempertahankan keharmonisan dalam rumahtangga:

“Kalau punya persoalan di rumah, bersegeralah untuk mencari lawannya. Saat pasangan cemberut, cepatlah tersenyum. Saat pasangan marah-marah, tahan diri agar tetap tenang. Saat pasangan mengomel, diamlah. Jangan lawan pasangan dengan hal yang sama. Ingatlah, batu dilawan dengan batu akan pecah. Agar tidak pecah, lawanlah batu dengan busa.”

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Mengajari Anak Adab Berbagi kepada Tetangga

Sahabat RSQ,

Ajari anak-anak kita untuk senang berbagi dengan tetangga. Salah satu caranya meminta mereka untuk mengantarkan makanan, minuman, atau oleh-oleh kepada tetangga.

Ajari pula mereka adab-abad bertamu, mulai dari cara memberi salam, apa yang harus dikatakan, termasuk pula cara mengetuk dan berdiri di depan pintu.

Dari satu momen ini saja, orangtua bisa mengajarkan banyak hal kepada anaknya. Dua yang paling utama adalah mengajarkan kebiasaan berbagi dengan tetangga dan adab bertam

Bagikan tulisan ini jika bermanfaat,

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Talak Tiga, Apakah Tiga Kali Talak Sekaligus?

Sahabat RSQ,

Pernahkah Anda mendengar istilah talak tiga? Pasti pernah! Namun demikian, ada hal yang harus diluruskan terkait aspek pemaknaannya. Talak tiga maksudnya adalah talak sebanyak tiga kali dengan proses. Talak tiga bukan tiga kali talak sekaligus.

Misalkan, ada seorang suami yang saking marahnya kepada istri, dia mengatakan, “Kamu, saya talak tiga!” Walaupun dikatakan talak tiga, hukumnya tetap saja satu talak.

Talak pertama dan kedua disebut talak raj’i (raj’i berasal dari kata ruju’ yang diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi rujuk), yaitu talak yang membuka kesempatan untuk rujuk. Artinya, suami boleh rujuk selama istri berada dalam masa iddah.

Talak kedua dinamakan ba’in shugra, yaitu talak yang tidak bisa ditujuk. Ketika suami istri yang berpisah ingin bersatu kembali, keduanya harus melangsungkan akad nikah baru.

Talak ketiga dinamakan ba’in kubra, yaitu talak yang terjadi untuk ketiga kalinya. Talak jenis ini tidak dapat dirujuk atau dinikahkan kembali, kecuali apabila pernikahan itu dlakukan setelah mantan istri pernah menikah lagi dengan orang lain.

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Pentingnya Mendapatkan Ridha Istri

Sahabat RSQ,

Bukan hanya istri yang butuh ridha suami. Suami pun butuh ridha istri. Sebab, ridha suami kepada istri adalah kewajiban syar’i. Tapi, ridha istri bagi suami adalah kewajiban pengasuhan.

Apa maksudnya? Suami yang tidak mendapatkan ridha istri sangat rentan buruk di mata anak. Sebab, anak akan merasa kalau ayahnya adalah ayah yang jahat, ayah yang cuek, ayah yang tidak perhatian. Karena istri yang tanpa sadar meluapkan emosi negatifnya kepada anak gara-gara tidak ridha terhadap perilaku suaminya.

Maka, jangan remehkan para suami. Jangan sampai istri merasa tersakiti. Carilah ridhanya dengan menyenangkan hatinya, bukan karena ini kewajiban syar’i. Akan tetapi ini adalah kewajiban untuk membuat kita baik di mata anak. Selamat mencari ridha istri (Ustadz Bendri Jaisyurrahman).

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Seuntai Harapan untuk Perindu Rumahku Surgaku

Sahabat RSQ,

Pada tahun baru ada semangat baru, harapan baru, tantangan baru, rezeki baru dan aneka kebaikan baru yang bisa kita usahakan.

Setiap detik waktu yang Allah hadirkan sejatinya adalah nikmat tak ternilai yang Allah karuniakan kepada kita. Siapa memanfaatnya sebaik yang dia lakukan, kesuksesan telah menunggunya. Namun, siapa menyia-nyiakannya, kerugikan telah menantinya di hadapan.

Pada awal 2022, tidak ada yang bisa kami berikan, selain doa dan harapan agar para sahabat RSQ dikaruniai keluarga yang sakinah, anak keturunan saleh dan salehah, rezeki yang melimpah, dan doa-doa yang diijabah.

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Hati-hati! Yang Kita Takuti, Itulah yang Allah Ujikan

Sahabat RSQ,

Terkadang, Allah menguji kita dengan sesuatu yang sangat kita takutkan. Kita takut sakit, Allah uji kita dengan penyakit. Kita takut miskin, Allah uji kita dengan kekurangan harta. Kita takut kehilangan pasangan, Allah uji kita dengan suami berpoligami.

Mengapa demikian? Ada banyak jawaban. Satu yang terpenting, Allah tidak ingin kita mendewakan sesuatu selain diri-Nya, yang kepada sesuatu itu kita amat berharap atau amat takut kehilangannya.

Dan, dengan ujian tersebut, Allah ingin menguatkan kita pada titik itu, titik terlemah, dan titik yang amat kita takuti kedatangannya.

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.