Ciri Seorang Mukmin di Akhir Zaman

0 Comments

Di antara ciri dekatnya Kiamat adalah semakin menurunnya kualitas akhlak manusia. Keburukan merejalela dan kebaikan semakin terpinggirkan. Maksiat semakin bisa dan amal saleh menjadi aneh.

Namun demikian, bagaimana pun keadaannya, seorang Muslim yang lurus imannya dia tidak akan terpengaruh. Imannya tetap kokoh. Ibadahnya tetap istiqamah. Sikapnya tidak berubah dalam menetapi kebenaran. Layaknya ikan di lautan, dagingnya tetap tawar walau lingkungannya asin.

Rasulullah saw. bersabda, “Hari Kiamat tidak akan datang sehingga orang yang tepercaya didustakan, sedangkan orang-orang khianat justru dipercaya. Kemesuman dan cercaan (kata-kata kotor) telah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat, terputusnya tali silaturahim dan hubungan bertetangga yang buruk.

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya seorang mukmin bagaikan sepotong emas. Ditempa menjadi apapun emas itu nilainya tidak pernah berkurang.

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya seorang seorang mukmin itu bagaikan lebah. Makanannya baik dan menghasilkan yang baik. Lebah itu hinggap di (ranting) bunga, akan tetapi tidak sampai merusak bunganya dan juga tidak mematahkan rantingnya.” (HR Ahmad, Al-Musnad, 2:266)