Dialog dan Kelembutan Keluarga Ibrahim as.

Sahabat RSQ,

Saat mendapat perintah untuk menyembelih anaknya (Ismail), Nabi Ibrahim bisa saja melakukannya dengan segera, tanpa persetujuan sang anak. Mengapa? Karena dua otoritas. Pertama, yang memerintahkan adalah Allah sehingga tidak seorang pun yang berhak untuk menolak. Kedua, beliau adalah seorang ayah yang punya hak untuk ditaati anaknya dalam kebenaran.

Namun, apa yang dilakukan Nabi Ibrahim? Beliau mengedepankan akhlak dan adab nan mulia. Beliau mengajak Ismail berdialog, berbicara dari hati ke hati, dan menyampaikan apa yang diperintahkan Allah. Tidak ada kata paksaan, apalagi kekerasan.

Endingnya pun sangat indah dan bersejarah. Ismail, dengan ketaatan kepada Rabb dan orangtuanya, menyatakan kesanggupannya untuk dikurbankan di jalan Allah. Sehingga, dengan kasih sayang-Nya, Allah Azza wa Jalla berkenan untuk menggantinya dengan domba jantan. Kemudian, apa yang dilakukan Ibrahim menjadi teladan dan ritual abadi orang-orang beriman sampai akhir zaman.

 

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran,

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

📌 Informasi Link Program dan Media Sosial
📲 www.tasdiqulquran.or.id/social-media

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tags: No tags

Comments are closed.