Guru Tiga Generasi

0 Comments

Dikisahkan, ada seorang ulama besar di Damaskus, Suriah, yang telah mengajar tiga generasi. Ketika bertemu seseorang di jalan, dia berkata, “Anakku, engkau adalah muridku, ayahmu adalah muridku, dan kakekmu juga muridku.”

Ulama ini mulai mengajar sejak usia 18 tahun dan meninggal pada usia 98 tahun! Tubuhnya tegak, matanya tajam, telinganya sangat peka, dan Allah Ta’ala memuliakannya dengan memberi seorang istri yang juga berusia panjang.

Suatu saat dia ditanya, “Tuan, apa rahasianya sehingga Anda tetap sehat dalam usia selanjut ini?”

Dia menjawab, “Kami menjaganya sewaktu muda, kemudian Allah menjaganya ketika kami sudah tua.”

Seperti itulah, siapapun yang hidup dalam ketakwaan, dia akan hidup dalam kekuatan. Maka, apabila ingin mulia di sisi Allah Ta’ala, bertakwalah kepada-Nya. Apabila ingin menjadi manusia kuat, bertawakkallah kepada-Nya. Apabila ingin menjadi manusia kaya, utamakan apapun yang ada di sisi Allah daripada apapun yang ada di tangan kita.

Prof. Dr. Muhammad Ratib Al-Nablusi, Mausû’ah Asmâ’illâh Al-Husnâ (Terjemah: Mengenal Allah), hlm. 352.