14

Jangan Berharap Pada Manusia

Sahabat TasQ, Manusia itu sangat lemah, tidak punya apa-apa, sedikit pengetahuannya, lagi tidak semua bisa dipegang kata-katanya. Maka, bagaimana mungkin kita melabuhkan harapan kepadanya dan menanti pemberian darinya?

Padahal, pada saat yang sama, ada Allah, Zat Yang Mahakaya lagi Mahakuasa. Dia senantiasa menanti hamba-hamba-Nya yang tengah kesusahan, yang membutuhkan bantuan, atau memiliki aneka hajat dalam hidupnya.

“Dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap,” demikian Al-Quran menegaskan (QS Al-Insyirah, 94:8).

Sesungguhnya, berharap kepada Allah adalah sumber kebahagiaan, solusi dan pertolongan. Adapun berharap kepada manusia adalah sumber penderitaan. Benarlah apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib ra.

“Aku pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Namun, tiada yang lebih pahit selain berharap kepada manusia.”

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran,

#Bagikan tulisan ini jika bermanfaat, Ajak keluarga, saudara dan sahabat terdekat, agar mendapatkan pahala kebaikan yang sama ketika orang tersebut mengamalkannya.

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

#quotes#quotesislam#quotesdaily#quoteslife#motivasi#quotestasq#Dakwah#islam#islamicquotes#tausiyah#tausiyahislam#share#kebaikan#islamicreminders#dakwahsunnah#sunnah#tausyiahcinta#motivasihidup#motivasihati#ilmuagama#ilmuislam#ilmusyariat#akhirat#muslim#dakwahislam#dakwahtauhid#dakwahkreatif

WhatsApp Image 2020-06-17 at 06.57.01

Bersedekahlah!

Belilah kesulitan hidup dengan banyak bersedekah. Kala didera penyakit, bersedekahlah. Kala hati gundah gulana, bersedekahlah.

Kala merindukan pendamping hidup, bersedekahlah. Kala menantikan hadirnya sang buah hati, bersedekahlah. Kala punya hajat, bersedekahlah.

Sungguh, selain doa dan ikhtiar yang optimal, sedekah adalah satu cara jitu untuk mengundang hadirnya pertolongan Allah.

WhatsApp Image 2020-06-15 at 14.52.41

Ayo Bereskan Shaumnya

Sepekan hari lagi bulan Syawal akan berganti Zulqi’dah. Masih ada kesempatan untuk shaum enam hari bagi yang belum menunaikannya.

Sahabat, jangan sampai kesempatan emas ini kita sia-siakan. Kapan lagi kita bisa mendapatkan pahala shaum setahun penuh kalau bukan sekarang.

Kan ada tahun depan? Adakah jaminan tahun depan kita masih hidup? Tidak ada!

Sungguh, setiap waktu ada haknya. Setiap saat ada kewajiban yang harus kita tunaikan di dalamnya.

WhatsApp Image 2020-06-15 at 09.14.06

Obat Gelisah Hati

Lakukan amalan yang Allah cintai. Jalani itu semua sesuai kemampuan diri melakukannya. Cepat atau lambat Allah pasti akan membuka jalan solusi dan ketenangan hati bagi kita.

“Siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS Ath-Thalâq, 65:2-3)

Tidak ada obat yang paling mujarab bagi kesedihan, kesempitan, dan ketidakbahagiaan hidup, kecuali kita mendekat dan terus mendekat kepada Allah.

Bagaimana caranya? Lakukan apa yang Dia sukai. Dia suka kita shalat tepat waktu. Dia suka kita bersedekah dan membantu sesama. Dia suka kita dekat dengan Al-Quran. Dia suka kita banyak berdoa dan mendawamkan zikir. Dia suka kita berbakti kepada orangtua. Dan, aneka keutamaan lainnya.

Jalani itu semua sesuai kemampuan diri melakukannya. Cepat atau lambat Allah pasti akan membuka jalan solusi dan ketenangan hati bagi kita.

Bukankah Dia telah berjanji? “Siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS Ath-Thalâq, 65:2-3)

H5

Mengikis Timbunan Dosa Dengan Zikrullah

Andaikan ada sesuatu yang paling menghalangi datangnya rahmat dan pertolongan Allah, sesuatu itu pastilah dosa atau kemaksiatan. Dengan maksiat, doa-doa akan terhalang ijabahnya. Dengan maksiat, jalan-jalan rezeki akan tertutup. Dengan maksiat, cinta dari makhluk (baik yang di langit maupun yang di bumi) akan berganti menjadi kebencian. Dengan maksiat, setan berpesta pora dan malaikat berduka cita. Dengan maksiat, silaturahim terputus, tubuh sakit, pikiran kacau, hidup tidak tenang, bencana alam pun datang silih berganti. Intinya, semua keburukan dalam hidup akan datang tanpa bisa ditahan karena sebab maksiat.

Dan, ketahuilah saudaraku, semua itu bisa terkikis habis dengan wasilah zikrullah yang ikhlas dan dilakukan terus menerus. Dengan zikrullah, Allah Ta’ala dengan kemahaluasan ampunan-Nya akan menghapuskan segala dosa sesuai kesempurnaan iradah-Nya. Ketika dosa terhapuskan, aneka keburukan yang mengirinya otomatis akan hilang lalu kebaikan pun akan datang menjelang. Hati akan tenang, badan menjadi sehat, rezeki menjadi lancar, kasih sayang dari sesama (khususnya dari orang-orang beriman) datang tanpa diundang, azab pun akan Allah angkat dan Allah jauhkan dari dirinya dan lingkungan sekitarnya. Tentu saja, tumpukan masalah yang menghimpit hidup kita satu persatu bisa diselesaikan. Hidup kita pun menjadi berkah, penuh makna, dan jauh dari nestafa.

Rasulullah saw. bersabda tentang bagaimana dahsyatnya zikrullah dalam menggugurkan dosa-dosa.

“Siapa bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh tiga kali, dan bertahmid tiga puluh tiga kali, kemudian dia mengucapkan: Lâ ilâha illallâh wahdahû lâ syarîkalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadîr, setiap selesai shalat, niscaya akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.” (HR Ahmad, Darimi,
Malik)

“Siapa mengucapkan ‘subhânallâhi wa bihamdih’ (Mahasuci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali dalam sehari, niscaya dosa-dosanya akan digugurkan walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Bukhari Muslim dari Abu Hurairah)

Maka, alangkah bijaknya apabila kita menyambut seruan dan fasilitas yang telah Allah Ta’ala siapkan tersebut. Jangan dinanti-nanti, jangan ditunda-tunda, apabila ada kesempatan segera lakukan. Zikrullah bisa dilakukan di mana saja dan dalam kondisi apa saja, terlebih zikir yang bersifat pujian, semisal tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqallah, istighfar, shalawat, ataupun zikir Asmâ’ul Husna.

Saudaraku, dengan banyak berzikir, besar harapan bahwa Allah Ta’ala berkenan menjadikan kita sebagai hamba yang dikasihi-Nya, baik ketika hidup maupun setelah mati.“Amalan apakah yang paling dicintai Allah ya Rasulullah?” tanya seorang sahabat. “Engkau mati dalam keadaan lisanmu basah oleh zikrullah,” jawab beliau. (HR Thabrani, Ibnu Hibban).