Tasq 23 Agustus

Cita-Cita diAkhir Usia

Sahabat TasQ, Kalaulah ada targetan terbesar dalam hidup, bisa mengucapkan ‘lâ ilâha illallâh’ (tiada tuhan selain Allah) di akhir kehidupan adalah target yang wajib kita usahakan. Siapa mampu melakukannya, dia telah mendapati sebesar-besarnya kesuksesan di dunia.

Ada janji yang pasti dari Rasulullah saw. “Siapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia adalah kalimat) ‘lâ ilâha illallâh’ niscaya dia akan masuk surga.” (HR Abu Dawud, No. 2709)

Target perlu diwujudkan melalui doa, ilmu, kerja keras dan kesungguhan. Maka, siapa menginginkan lisannya mengucapkan kalimat thayyibah di akhir hidupnya, dia layak menjadikan kalimat tersebut sebagai zikir hariannya, prinsip kehidupannya dan ruh dari setiap gerak dan amal perbuatannya.

Hanya dengan cara inilah, Allah Azza wa Jalla akan meridhai kita untuk mengucapkannya di kala sakaratul maut datang menjemput.

#Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran,

#INFORMASI TAUSIYAH HARIAN

📲HUBUNGI CHAT WA : 0812.2367.9144

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

9 Slide Format 72

Ka’bah Pusat Dunia Pusat Keberkahan.

Tidak ada satu pun bangunan yang bisa menandingi kemuliaan Ka’bah atau Baitullah di Mekkah. Inilah “rumah Allah” di muka bumi. Inilah bangunan yang Allah tetapkan kemuliaan di dalamnya dan keberkahan bagi sekitarnya.

Maka, ada banyak keistimewaan dari bangunan tua ini, antara lain:
•  Ka’bah adalah kiblat bagi orang-orang beriman sejak masa Nabi Adam as. sampai akhir zaman.
•  Ka’bah adalah bangunan yang paling dicintai lagi dimuliakan oleh Allah dan Rasulullah saw.
•  Ka’bah berada di pusat dunia. Kehadirannya menjadikan semesta tetap terjaga keseimbangannya.
•  Shalat di seputaran Ka’bah lebih baik 100.000 kali dibandingkan shalat di tempat lain di muka bumi.

•  Di seputaran Ka’bah terdapat makan para nabi yang umatnya dihancurkan oleh Allah, termasuk pula makam Nabi Isma’il as. dan ibundanya; Hajar.
•  Tepat di atas Ka’bah, di puncaknya, ada tempat yang kemuliaan setara Ka’bah di bumi yang disebut Baitul Ma’mur. Setiap hari tujuh puluh ribu malaikat bertawaf di sana dan tidak satu pun dari mereka yang bisa mendapatkan kesempatan dua kali untuk berada di sana.
•  Doa-doa di seputaran Ka’bah, terkhusus di Multazam (tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) adalah sebaik dan seijabah-ijabahnya doa.

Inilah tempat yang suci dan terhormat di langit yang atasnya Allah Ta’ala bersumpah, “Dan (aku bersumpah) demi Baitul Ma’mur.” (QS Ath-Thûr, 52:4)

Sumber:

(1) Sejarah Mekkah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani; (2) Haji dan Umrah untuk Wanita, Dr. Ablah Muhammad; (3) Tapak Sejarah Seputar Mekah – Madinah, Dr. Muslim Nasution.


WhatsApp Image 2020-08-22 at 06.09.53

Jangan tanya apa pahala sedekah, banyaaaak sekali!

Jangan tanya apa pahala sedekah, banyaaaak sekali! Baru berniat saja sudah dicatatkan pahala.

Bahkan, hanya punya niat saja yang serius, akan tetapi tidak sampai bersedekah, karena tidak punya yang bisa disedekahkan, itu pun sudah dicatat sebagai orang yang bersedekah.

Dan, apabila sampai sedekah itu bisa ditunaikan, Allah sudah memberikan bonus yang luar biasa. Apakah itu? Hati kita diberi kebahagiaan. Nilai bahagianya pun apabila diukur, jauh lebih besar daripada rasa senang orang yang menerima sedekah kita.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan:

“Seandainya seorang pemberi sedekah mengetahui bahwa sedekah (yang dikeluarkan)-nya telah sampai (ke tangan Allah) sebelum sampai ke tangan orang miskin, niscaya rasa bahagia yang dirasakannya lebih besar dari rasa bahagia orang yang menerimanya.”Ingin berlangganan Tausiyah Harian dari Team Tasdiqul Quran,Bagikan tulisan ini jika bermanfaat, Ajak keluarga, saudara dan sahabat terdekat, agar mendapatkan pahala kebaikan yang sama ketika orang tersebut mengamalkannya.


Keajaiban Sedekah

JEMPUT PERTOLONGAN ALLAH DENGAN SEDEKAH

Mendengar namanya, orang sudah kenal keutamaannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. 

Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus dia berikan ke pihak lain. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai ‘burhan’ (bukti). 

Dalam hadis dari Abu Malik Al-Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصَّلَاةُ نُورٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223).

Sedekah disebut ‘burhan’ karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik. 

Untuk itulah, setelah Allah menceritakan sifat orang munafik, Allah sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-Munafiqun, Allah berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Untuk itulah, seorang hamba hanya akan mendapatkan hakekat kebaikan dengan bersedekah, memberikan apa yang dia cintai. Allah berfirman,

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

 

Keajaiban Sedekah

1). Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صدقة السر تطفىء غضب الرب

“Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah” (Shahih At-Targhib, 888)

2).  Dari Ka’b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

والصدقة تطفىء الخطيئة كما يطفىء الماء النار

Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. (Shahih At-Targhib, 866)

3). Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الصدقة لتطفئ عن أهلها حر القبور وإنما يستظل المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah, 3484).

Yazid – salah seorang perawi yang membawakan hadis ini – menceritakan: ‘Dulu si Martsad, setiap kali melakukan satu dosa di hari itu maka dia akan bersedekah dengan apa yang dia miliki, meskipun hanya dengan secuil kue atau bawang.’ (As-Silsilah As-Shahihah, 872).

4). Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

داووا مرضاكم بالصدقة

“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (Shahih At-Targhib, 744).

Ibnu Syaqiq menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak – guru Imam Bukhari -: ‘Saya memiliki luka di lutut selama tujuh tahun, sudah coba diobati dengan berbagai macam cara, sudah konsultasi dokter dan tidak ada perubahan.’ Ibnul Mubarak menyarankan, ‘Buatlah sumur di daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.’ Diapun melakukannya dan sembuh. (Shahih At-Targhib)

5). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah’, sementara malaikat satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit.’ (HR. Bukhari & Muslim).

6). Dari Al-Harits Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang wasiat Nabi Yahya kepada bani israil. Salah satu isi wasiat itu, Nabi Yahya mengatakan,

وآمركم بالصدقة ومثل ذلك كمثل رجل أسره العدو فأوثقوا يده إلى عنقه وقربوه ليضربوا عنقه فجعل يقول هل لكم أن أفدي نفسي منكم وجعل يعطي القليل والكثير حتى فدى نفسه

Aku perintahkan kalian untuk banyak sedekah. Perumpamaan sedekah seperti orang orang yang ditawan oleh musuhnya dan tangannya diikat di lehernya. Ketika mereka hendak dipenggal kepalanya, dia bertanya: ‘Bolehkah aku tebus diriku sehingga tidak kalian bunuh.’ Kemudian dia memberikan yang dimiliki, sedikit atau banya, sampai dia berhasil menebus dirinya. (Shahih At-Targhib, 877).

Betapa luar biasanya pengaruh sedekah. Setiap dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia merupakan ancaman baginya. Tumpukan dosa itu cepat atau lambat akan membinasakannya. Namun dia bisa selamat dari ancaman ini dengan memperbanyak sedekah, sampai dia bisa bebas dari neraka.

7). Sedekah sama sekali tida mengurangi harta

Itulah jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)

8). Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

ذكر لي أن الأعمال تباهي، فتقول الصدقة: أنا أفضلكم

“Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: ‘Saya yang paling utama diantara kalian’” (Shahih At-Targhib)

Hadis di atas hanya sebagian riwayat yang menunjukkan keajaiban Sedekah. Masih banyak riwayat lain yang menyebutkan keajaiban Sedekah. Mengingat demikian besar keutamaan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan umatnya untuk mengharapkan kenikmatan yang Allah berikan kepada dua jenis manusia, salah satunya adalah orang yang Allah beri harta, dan dia rajin bersedekah siang dan malam. (HR. Bukhari & Muslim).

Semoga bermanfaat

Allahu a’lam