Untuk Apa Anak Belajar ?

0 Comments

Memotivasi anak agar giat belajar, senang kepada ilmu, suka dengan pengetahuan baru, termasuk giat dalam melahap buku termasuk hal yang wajib dihadirkan orangtua di tengah keluarganya.

Namun, ada satu yang tidak boleh dilupakan: orangtua harus memastikan kalau semua yang dilakukan anak dalam proses belajarnya harus ditujukan untuk menggapai ridha Allah: bukan mengejar dunia: harta benda, popularitas dan sejenisnya. Sesungguhnya, beda niat akan membedakan hasil. Ilmu yang dipelajari bukan karena Allah hanya akan melahirkan kekecewaan dan kesia-siaan.

Maka, dalam kitab Ayyuhal Walad, Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali menasihatkan:

“Wahai anakku, berapa malam engkau berjaga guna mengulang-ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tidak tahu, apa yang menjadi pendorongmu.

Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari materi dan kesenangan dunia atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau.

Namun, jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulullah saw. dan menyucikan budi pekertimu serta menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, betapa mujurnya engkau.

Benar sekali kata seorang penyair, ‘Biar pun kantuk menyiksa mata, akan percuma jika tidak karena Allah semata’.”